Senin, 18 Oktober 2010

Membuat generator hidrogen buat motor

Akhirnya setelah nyari-nyari kamera pinjaman buat jepret terkabul juga, sehingga untuk mengisi blog ini jalan terus, orang sekere saya kamera ndak punya, tetapi itu bukan halangan untuk berkreatifitas bukan ? asal ada niat pasti ada jalan, kalo ada jalan berarti ada perempatan eh ada tujuan. Setelah jepret-jepret lalu upload ke hosting photo, banyak kok yang gratisan. Ok … kita mulai saja, dari pada ngomong ngalor ngidul nggak karuan. Ada beberapa komponen yang kita perlukan untuk membuat tabung hidrogen ini.

Pipa Stainless Steel

Pipa stainless steel ini besi dibeli di toko bahan bangunan, jangan di apotik atau warteg. Ukurannya kalo ke toko bangunan 5/8 … pihak toko bangunan akan tahu, tetapi kudu beli dalam satuan 4 meter. Bah ! kita butuhkan pipa stainless steel itu cukup 5 cm saja, kita buat 2 sebagai elemen positif dan negatif. Bagaimana kalo butuh 5 cm x 2 kok kudu beli 4 meter ? itu bukan urusan saya.

Mur - Baut - Ring



Baut, mur dan ring ini gunanya untuk menyambung dengan pipa stainless steel tadi, tidak usah dilas, diketok pake palu saja dah cukup, usahakan beli baut mur ukuran 13, karena sesuai dengan pipa ukuran 5/8 tadi,

Tabung / Botol

Pipa yang sudah dipasangi baut tadi kita pasang di dalam botol

Kalo sebelum masang dibagian dalam dikasih ring sama seal tape, trus disekrup dibagian luar, jika perlu dikasih ganjal karet biar ndak bocor, usahakan pake lem power glue dan silikon, jarak antar pipa stainless steel ngikut selera saja, bisa 2 cm, jangan terlalu dekat dan terlalu jauh:

Lem Silikon - Power Glue dan Seal Tape

Hmmm … dah paham belum ? kalo belum paham scroll ke atas lagi. Kalo dah paham kita lanjutkan lagi ke tahap selanjutnya … kalo capek silakan berhenti dulu. Kalo saya mah nggak capek, karena ini sudah menjadi hobby, lagian saya bikin materi blog ini semoga bisa berguna bagi para pembaca, saya ndak mengharapkan apa-apa dari anda semua, kalo anda sudah bisa membuat tolong sebarkan cara membuat tabung ini, jangan melulu dibisnis, orientasinya ke edukasi, sehingga bangsa ini bisa melakukan penghematan BBM, secara tidak langsung pengeluaran uang anda untuk beli BBM bisa berkurang, bisa buat beli susu anak, atau buat beli yang lain dan lebih bermanfaat. Tetapi saya lebih menekankan demi kebaikan mesin, seperti menyempurnakan pembakaran, gas emisi buang kecil, mesin menajdi bersih, busi bersih, suara mesin menjadi halus. Tahap selanjutnya kita mempersiapkan komponen lain, saya menggunakan diode 25 ampere beserta kabel-kabelnya.

Kabel - Jepitan Kabel - Diode

Saya terbiasa menggunakan diode 25 ampere untuk kendaraan roda dua dari merk honda dan suzuki, untuk mengambil litsrik dari spool, nah diode itu khan terdiri dari 4 kaki. ada tanda + dan -, tanda + dan -, kita kasih kabel sesuai kebutuhan, alangkah baiknya tidak usah disolder tetapi dijepit dengan jepitan kabel sehingga jadi rapi terus ditutup dengan selang polos kecil untuk menghindari kontak langsung antar jepitan jika secara tak sengaja melengkung, kedua kutub + dan - tadi kita sambungkan ke tabung yang sudah kita siapkan tadi dimana ada pipa stainless steel yang sudah disekrup, terserah anda mau ambil mana yang plus dan minus di tabung, bisa sebelah kanan, bisa sebelah kiri … trus masih ada 2 kaki untuk apa ? untuk kedua kaki yang tidak ada tandanya itu berarti anda bebas menentukan mana yang mau dijadikan ground ke chasis/body motor, kalo sebelah kiri anda ambil sebagai ground ke chasis/body motor maka sebelah kanan anda sambungkan dengan kabel spool … bebas menentukan sesuai kehendak hati anda. Jadi semua kaki di diode terpakai semua .

Selang L dan Selang Polos

Kita juga membutuhkan selang L dan selang polos kecil, selang L dipasang di bagian atas tabung, alias tempat untuk mengalirkan hidrogen ke mesin dan selang L satunya kita pasang di motor, nah kedua selang tersebut kita sambungkan lagi dengan selang lain yang tahan panas. Sedang selang polos kita gunakan sebagai pelapis jepitan kabel dan juga berfungsi sebagai selang pernafasan di tabung. lihatlah gambar-gambar dibawah ini yang memperlihatkan di mana kita menempatkan selang L dan selang pernafasan:

Di atas tutup tabung or botol ada tempat untuk menaruh selang L trus kita sambung dengan selang lain. sedangkan ada tanda panah itu merupakan tempat menaruh selang pernafasan, selang pernafasan di buatn untuk menghindari tekanan balik, karena jika motor kita hidupin dengan “dipancal” kadang akan keluar air sedikit ” cruuutt ” … belum jelas yach ? kalo masih belum jelas bisa lihat diagram skema tentang pengambilan listrik spool beserta diodenya di materi sebelumnya ( Oprek Montore Bang Pirman ), di situ juga diperlihatkan di mana letak selang pernafasan, dan selang pernafasan ini bisa menggunakan sedotan, lebih baik sedotan yang kaku. Dan selang L yang kedua kita taruh di filter or karburator atau selang vacum, ke manipol juga boleh

Perlu anda ketahui jika anda langsung menuju manipol … eh tunggu apa sih manipol itu ? manipol adalah pipa selang angsa yang terbuat dari logam, nah di manipol itu bisa kita lubangi dan siberi nipel sama sekrup, selang arahkan ke manipol tadi. Ada yang nggak tahu manipol ?

Selang Ke Manipol /Filter /Karburator / Karet Vacum

Ini contoh selang yang dipergunakan untuk mengalirkan hidrogen ke mesin. Yang terakhir tak kalah penting adalah air, gunakan air murni yang disebut dengan aquades dan juga soda api, merk air yang saya gunakan adalah merk Cleo.

Soda kue

ada banyak istilah yang membingungkan dengan soda api sama soda kue, secara pribadi sih nggak masalah, soalnya ini hanya membantu proses elektrolisis, hasilnya saja yang mungkin berbeda, saya pribadi lebih suka menyebut kalium Hidroksida dari pada protasium hidroksida. Soda kue sendiri sering kali membuat air keruh, tetapi terserah anda saja.

Akhirnya lengkap dah dan bisa kita pasang ke mesin motor. Sementara saya sampai di sni dulu yak .. ntar kapan-kapan kalo sempat materi ini saya update kembali. Akhir kata saya ucapkan terima kasih bagi anda semua.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar